PENCARIAN

Memuat...

Rabu, 18 Januari 2012

DUALISME LIGA, LSI DAN LPI

Dualisme Liga
Dua liga utama sepakbola yang berbeda kepengurusan dalam satu Negara apakah itu baik atau buruk?? Pada dasarnya memang dianjurkan negara hanya memiliki 1 liga utama yang paling populer pada negaranya. Sebut saja liga-liga top eropa, asia, serta amerika hanya memiliki 1 kepengurusan liga sehingga dapat berkembang menjadi liga yang bagus yang melahirkan pemain-pemain nasional yang bertalenta. Dan biasanya 2 kepengurusan akan menimbulkan kerugian-kerugian dalam pelaksanaannya. Kerugian akibat adanya 2 liga yang berbeda kepengurusan antara lain:
- Salah satu liga tentunya sulit diakui menjadi liga yang resmi dan diakui oleh FIFA
- Kebingungan akan fokus pemain, pelatih, official klub, serta penonton karena harus lebih berpihak ke siapa
- Salah satu liga akan menjadi baik dan satunya lagi akan tenggelam seiring berjalannya waktu
- Jatah kejuaraan internasional tim (seperti Liga Champion) akan menjadi milik satu liga saja
- Media yang akan sulit memantau
- Munculnya konflik internal kepengurusan dikarenakan ada dua paham yang berbeda
- dll
Diego Michiels korban adanya dualisme liga, karena ingin membela Timnas
Begitulah kerugian-kerugian akibat adanya Dualisme Liga seperti apa yang kita alami di Indonesia saat sekarang ini. Ada juga salah satu kerugian yang dialami oleh bangsa kita yang lebih besar yaitu TIDAK DAPAT MEMBELA TIMNAS. Keuntungan dapat dibilang sangat kecil. Kalau ada 2 liga yang  memiliki kepengurusan yang saling kooperatif satu sama lainnya mungkin bisa tercipta keuntungan. Namun tetap 1 liga itu lebih baik. Sekedar Info di Indonesia terdapat 2 liga utama yang berbeda kepengurusan, yang satu ada kepengurusan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang memiliki LPI (liga Premier Indonesia) [12 Tim] sebagai liga utama dan Divisi Utama ver. PT LPIS [39 tim] yang terbagi menjadi 3 wilayah serta Divisi 2 dan 3 dan kepengurusan dari PT Liga Indonesia yang mempunyai LSI /ISL (Liga Super Indonesia) [18 tim] sebagai liga utama serta Divisi Utama ver. PT LI [30 tim] yang dibagi menjadi 2 wilayah.

Jadi PSSI harus menyelesaikan masalah dualisme liga yang berbeda kepengurusan ini agar persepakbolaan kita makin jelas dan dapat dinikmati oleh semua pihak dengan baik. Mungkin ada 2 pilihan dari saya, 1. bertindak kooperatif antar masing-masing liga dan mau mengalah, 2. Jadikan Liga Indonesia menjadi 1, karena itu akan lebih baik.

Akhir kata, ga ada kan BARCLAYS PREMIER LEAGUE dan BARCLAYS SUPER LEAGUE -___-

Tidak ada komentar: