PENCARIAN

Selasa, 23 Juli 2013

SERGIO VAN DIJK, NATURALISASI TERBAIK INDONESIA



Sergio van Dijk adalah keturunan Indonesia Belanda yang sekarang bermain untuk negara Indonesia. Sejak zaman awal naturalisasi merebak di kawasan Asia Tenggara, Ia pun mulai hangat diperbicangkan sebagai pemain yang cocok untuk membela Timnas kita Indonesia. Ia pun merespon positif isu tersebut dengan menyatakan ketertarikannya untuk membela Timnas Indonesia. 

Sergio van Dijk - saat menjadi pemain Brisbane Roar

Namun pada saat itu ia banyak terhalang masalah kewarganegaraan serta proses naturalisasi yang cukup sulit. Indonesia tidak mengijinkan status warganya berkewarganegaraan dua (ganda) sehingga Van Dijk pun mulai bingung karena keluarga dan istrinya orang Belanda. Namun pada akhirnya ia pun menyatakan kesiapsediaannya untuk membela Indonesia. Lalu ia pun bergabung dengan salah satu klub Liga Indonesia, Persib Bandung. Ini adalah awal kisahnya dengan Indonesia..
 
Van Dijk merintis kariernya di klub lokal LTC di Assen, Belanda sebelum ia bergabung akademi muda FC Groningen dengan Arjen Robben. Itulah awal mula perjalanan Van Dijk di persepakbolaan professional . Pada musim 2000/2001 ia bermain untuk Groningen di Eerste Divisie. Di Eredivisie dia tidak bermain untuk Groningen dan ia pindah kembali ke Eerste Divisie untuk bermain di Helmond Sport pada tahun 2002. Pada tahun 2005 ia pindah ke FC Emmen dimana ia mencetak 18 dan 12 gol dalam dua musim pertamanya.


Kemudian, ketika berusia 23 tahun Van Dijk singga ke klub Brisbane Roar, dan di klub ini ia juga bermain dengan baik, dari 50 pertandingan yang ia lewati, Sergio Van Dijk berhasil menyumbang 25 gol untuk klub nya itu. Kemudian di tahun 2010 ia baru bergabung dengan Adelaide United, dan disini pun ia bermain cukup apik, mencetak 25 gol dari 52 pertandingan bersama Adelaide United, dan kemudian tahun 2013 Dijk resmi bergabung dengan Persib bandung pada saat bersamaan menjadi pemain Naturalisasi.

Pemain keturunan Belanda ini memiliki keunggulan bola-bola atas. Reaksi sebagai striker yang baik. Efisiensi permainan. Dan kecerdasan dalam membaca permainan. Tendangannya yang terarah dan keras. Kuat dalam beradu badan. Namun memiliki kekurangan dalam membawa bola. Jadi dibutuhkan kerjasama dalam tim agar membuat kinerja Van Dijk menjadi sempurna. Seperti halnya yang dilakukan Persib Bandung sangatlah tepat. Ia seorang Central Foward dengan kealian menjadi targetman dalam permainan. Ia pun menjadi pemain naturalisasi dengan ilmu dasar sepakbola yang terbaik sejauh ini dengan visi permainannya yang briliant. dan juga dengan sejarah terbaik permainannya dengan mencetak banyak gol di
Eerste Divisie dan Liga Australia (A-League)


Sergio van Dijk membela Persib Bandung

Profil Sergio van Dijk:

Nama Lengkap           : Sergio Van Dijk
Nama Akrab               : Van Dijk
Tanggal Lahir              : 8 Agustus 1982
Tempat Lahir               : Assen, Belanda
Kebangsaan                : Belanda
Klub Saat ini                : Persib Bandung
Tinggi Badan               : 188 cm
Posisi Bermain            : Striker
Nomor Punggung       : 10


Klub Prefissional yang ia jalani: (sumber : Wikipedia)

2000-2002 Groningen, Tampil : 2, Gol : 1
2002-2005 Helmond Sport, Tampil : 87, Gol : 13
2005-2008 Emmen, Tampil : 98, Gol : 32
2008-2010 Brisbane Roar, Tampil : 50, Gol : 25
2010-2013 Adelaide United, Tampil : 55, Gol : 25
2013, Persib Bandung

Untuk INDONESIA Main : 2, Gol : 0

Mudah-mudahan ia dapat membantu Indonesia mewujudkan mimpi-mimpi supporternya menjadi kenyataan.


Sergio van Dijk membela Timnas Indonesia

ANDIK VERMANSYAH, MASUK 10 PEMAIN MUDA ASIA TERBAIK

Semenjak penampilan gemilangnya bersama Timnas U-23 di SEA Games 2011 dan permainannya saat meladeni LA Galaxy yang diperkuat Bechkam. Banyak orang mengagumi kecepatan dan kelincahan pemain kelahiran 23 November 1991 yang berasal dari Jember, Jawa Timur. Postur tubuhnya yang mungil tidak menjadikan penghambat untuk bermain bola, justru ia memanfaatkan posturnya yang kecil itu sebagai keunggulannya. Sekarang ia telah menjadi bagian penting dari klub Persebaya 1927 yang berlaga di LPI.


Keunggulan dari Andik Vermansyah adalah permainan  cepat dan adu sprint, serta skill menerobos pertahanan lawan dengan kecepatannya. Dengan bakatnya itu ia pun diminati banyak klub di Liga Indonesia bahkan sampai klub-klub di Luar negri seperti klub dari Portugal, Benfica dan FC Porto pun berniat mendatangkannya. Dan juga Novara yang berminat mendapatkan tanda tangannya.

Kini pada Juli 2012, Andik termasuk 10 besar pemain muda sepakbola terbaik se-Asia versi ESPN. Kolumins ESPN Soccernet, John Duerden, memasukkan Andik dalam daftar 10 pemain yang layak diperhatikan pada 2012. Duerden menilai Andik sebagai pemain yang mempunyai skill mumpuni. Meski dijuluki "Messi dari Indonesia", Duerden juga menilai itu mungkin masih terlalu jauh, tapi Andik cukup baik ketika menguasai bola.

Selain Andik, Duerden juga memasukkan nama-nama pemain muda Asia lainnya seperti Hiroshi Kiyatake (Jepang), Shin Young-Rok (Korea Selatan), Yu Hanchao (Cina), Fahad Al-Enezi (Kuwait), Ibrahim Galeb (Arab Saudi), Pak Shong-Chol (Korea Utara), Ali Ashfaq (Maladewa), Amer Sofia (Yordania), dan Fareez Farhan (Singapura).


Jumat, 20 Januari 2012

ARTHUR IRAWAN, PEMAIN INDONESIA PERTAMA YANG BERMAIN DI LA LIGA


Belakangan ini nama Arthur Irawan makin tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia. Arthur dikontrak selama empat musim bersama RCD Espanyol, klub liga Spanyol yang pada saat ini menempati 10 besar klasemen La Liga Spanyol. Espanyol yang menemukan bakat Indonesia ini di klub liga Amatir Inggris Lytham Town. Espanyol sendiri tidak menyadari bahwa perekrutan tersebut berdampak euforia di kalangan para pecinta sepakbola di indonesia. Pemain ini benar-benar tidak patah semangat, walaupun dirinya tidak dilirik oleh pelatih Alferd Riedl  saat menjalani seleksi pemain Timnas U-23 pada SEA Games 2011.

Beginilah kisah awal mula seorang Arthur yang dapat bermain di klub papan atas Eropa tersebut. Setelah tamat sekolah, pemain kelahiran Surabaya 3 Maret 1993 ini melanjutkan study ke Manchester, Inggris. Di sanalah Arthur mulai menekuni sepakbola dan sempat berlatih pada klub Manchester United.  Setelah itu ia mencoba peruntungannya dengan kembali ke tanah air pada usia 17 tahun untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 yang ditangani Riedl namun bakatnya tidak dilirik, ia tidak kecewa, lalu ia kembali ke Inggris untuk meneruskan pendidikannya dalam bidang ekonomi & bisnis disana Arthur Irawan sempat pernah bergabung tim SAD Indonesia bersama Syamsir Alam dkk untuk dikirim Uruguay di bawah pelatih Cesar Payovic, hanya saja Arthur tidak diperbolehkan oleh kedua orang tuanya untuk pergi ke Uruguay dan lebih menganjurkan untuk melanjutkan studi di Inggris. Ia juga tetap mengasah skill sepak bolanya di Inggrisdengan bergabung bersama Lytham Town. Lalu setahun kemudian ia ditemukan pemandu bakat Espanyol dan jadilah seperti sekarang.

Mengetahui euforia masyarakat Indonesia sangat besar dengan perekrutan yang dilakukan Espanyol, beberapa situs Indonesia ditampilkan dalam pemberitaan Espanyol. Tak hanya itu Espanyol juga memajang galeri foto Arthur Irawan saat penandatangan kontrak maupun ketika berlatih. Arthur menjadi pemain pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang dikontrak klub peserta Liga Spanyol. Arthur tentu saja menjadi harapan Timnas Indonesia di masa depan. Namun Ia masih bergabung bersama Tim Junior Espanyol untuk beradaptasi, lalu bila ia menunjukkan grafik menanjak dan cocok bermain di La Liga, setahun dari perekrutannya ia akan dijanjikan bermain bersama Tim utama nantinya. Kita semua berharap ia dapat berusaha keras di sana untuk menembus Tim utama dan bersaing di Tim utama Espanyol, dan dapat membanggakan Bangsa Indonesia

Biodata Arthur Irawan
Nama                   : Arthur Irawan
Tanggal Kelahiran : Surabaya 3 Maret 1993
Sekolah                 : Jakarta International School
Karier Sepakbola Arthur Irawan :
- Lytham Town
- Espanyol

Kamis, 19 Januari 2012

GALERI FOTO TIMNAS U-23 (2)

Inilah kumpulan foto-foto punggawa Tim Nasional (Timnas) U-23 yang sedang populer saat ini, posting ini lanjutan dari posting sebelumnya, hanya di Masuk Timnas Zone yang asli (Galeri Foto Timnas Indonesia U-23(2)) langsung saja lihat..

6. ABDUL RAHMAN - Central Back

7. PATRICK WANGGAI - Central Foward 


8. GUNAWAN DWI CAHYO - Central Back 

9. FERDINAND SINAGA - Striker

  
10. HASYIM KIPUW - Wing Back
Lihat juga Galeri Timnas U-23 yang pertama >> Lihat

GALERI FOTO TIMNAS U-23

Inilah kumpulan foto-foto punggawa Tim Nasional (Timnas) U-23 yang sedang populer saat ini, hanya di Masuk Timnas Zone yang asli (Galeri Foto Timnas Indonesia U-23) langsung saja lihat..

1. DIEGO MICHEILS - Wing Back

2. ANDIK VERMANSYAH - Wing Foward

3. TITUS BONAI - Striker
  
4. KURNIA MEIGA HERMANSYAH - Goalkeeper
  
5. EGI MELGIANSYAH - Central Midfielder (C)

[Bonus] COACH RD (RAHMAD DARMAWAN) - COACH

 Lihat Juga FOTO PEMAIN LAINNYA >>Lihat

Rabu, 18 Januari 2012

DUALISME LIGA, LSI DAN LPI

Dualisme Liga
Dua liga utama sepakbola yang berbeda kepengurusan dalam satu Negara apakah itu baik atau buruk?? Pada dasarnya memang dianjurkan negara hanya memiliki 1 liga utama yang paling populer pada negaranya. Sebut saja liga-liga top eropa, asia, serta amerika hanya memiliki 1 kepengurusan liga sehingga dapat berkembang menjadi liga yang bagus yang melahirkan pemain-pemain nasional yang bertalenta. Dan biasanya 2 kepengurusan akan menimbulkan kerugian-kerugian dalam pelaksanaannya. Kerugian akibat adanya 2 liga yang berbeda kepengurusan antara lain:
- Salah satu liga tentunya sulit diakui menjadi liga yang resmi dan diakui oleh FIFA
- Kebingungan akan fokus pemain, pelatih, official klub, serta penonton karena harus lebih berpihak ke siapa
- Salah satu liga akan menjadi baik dan satunya lagi akan tenggelam seiring berjalannya waktu
- Jatah kejuaraan internasional tim (seperti Liga Champion) akan menjadi milik satu liga saja
- Media yang akan sulit memantau
- Munculnya konflik internal kepengurusan dikarenakan ada dua paham yang berbeda
- dll
Diego Michiels korban adanya dualisme liga, karena ingin membela Timnas
Begitulah kerugian-kerugian akibat adanya Dualisme Liga seperti apa yang kita alami di Indonesia saat sekarang ini. Ada juga salah satu kerugian yang dialami oleh bangsa kita yang lebih besar yaitu TIDAK DAPAT MEMBELA TIMNAS. Keuntungan dapat dibilang sangat kecil. Kalau ada 2 liga yang  memiliki kepengurusan yang saling kooperatif satu sama lainnya mungkin bisa tercipta keuntungan. Namun tetap 1 liga itu lebih baik. Sekedar Info di Indonesia terdapat 2 liga utama yang berbeda kepengurusan, yang satu ada kepengurusan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang memiliki LPI (liga Premier Indonesia) [12 Tim] sebagai liga utama dan Divisi Utama ver. PT LPIS [39 tim] yang terbagi menjadi 3 wilayah serta Divisi 2 dan 3 dan kepengurusan dari PT Liga Indonesia yang mempunyai LSI /ISL (Liga Super Indonesia) [18 tim] sebagai liga utama serta Divisi Utama ver. PT LI [30 tim] yang dibagi menjadi 2 wilayah.

Jadi PSSI harus menyelesaikan masalah dualisme liga yang berbeda kepengurusan ini agar persepakbolaan kita makin jelas dan dapat dinikmati oleh semua pihak dengan baik. Mungkin ada 2 pilihan dari saya, 1. bertindak kooperatif antar masing-masing liga dan mau mengalah, 2. Jadikan Liga Indonesia menjadi 1, karena itu akan lebih baik.

Akhir kata, ga ada kan BARCLAYS PREMIER LEAGUE dan BARCLAYS SUPER LEAGUE -___-
MASUK TIMNAS ZONE

REBORN - kembali hadir update


enjoy it !!!



DJOHAR ARIFIN, MASA DEPAN CERAH?


Djohar Arifin, Ketum PSSI 2011-2015
Siapa tidak kenal Djohar Arifin? Ia adalah ketua umum PSSI periode 2011-2015, ini profil singkatnya..


PROFIL
Nama Lengkap : Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husein
Tempat Lahir    : Tanjungpura, Sumatera Utara,
Tanggal Lahir    : 13 September 1950
Jabatan Terakhir : Mantan staf ahli Menpora

PRESTASI
- Mantan staf ahli Menpora
- Sekjen KONI
- Wakil Plt Sekjen PSSI.
- Guru Besar di Universitas Islam Sumatera Utara
 

PENGALAMAN OLAHRAGA
-Pemain PSL Langkat 1968-1969
-Pemain PSMS Medan 1973- 1976
-Wasit Nasional dan Internasional 1976- 1987
-Pelatih Sepakbola bersertifikat S3
-Match Inspector PSSI 1987
-International Football Match Inspector 2003
-Manajer Tim Nasional PSSI Yr ke Kejuaraan Asia di Bangkok,1994
-Pelatih Tim Nasional Timnas Mahasiswa ke POM Asean di Singapora,1994
-Manajer Tim Nasional PSSI dalam rangka uji coba ke Myanmar, 2003
-Manajer Tim Nasional PSSI Yr ke Kejuaraan Asean di Vietnam, 2003

dll



Nah itu sedikit gambaran tentang Ketua Umum PSSI kita, semua berharap ia dapat membawa persepakbolaan Indonesia menuju arah yang lebih cerah, namun beginilah kisahnya...



Setelah terpilih beliau bingung menentukan bagaimana format Liga Indonesia kedepannya serta bagaimana menindaki adanya dualisme liga antara LPI (Liga Premier Indonesia) dan LSI (Liga Super Indonesia). Namun langkah terombang-ambing pun muncul, setelah menetapkan format liga menjadi 2 daerah (seperti format liga Indonesia beberapa tahun lalu) lalu setelah mendapat berbagai kritikan muncul, tiba-tiba berubah lagi menjadi 1 daerah, atau tidak dibagi wilayahnya. Tidak hanya itu kebingungan akan kapan bergulirnya liga serta tim yang berpartisipasi pada Liga itu juga tidak jelas. Setelah ditetapkan LPI yang ditangani PT Liga Indonesia Sportindo sebagai Liga Indonesia resmi untuk kedepannya munculah LSI yang ditangani oleh PT Liga Indonesia yang izinnya sudah dicabut oleh PSSI jadi LSI bisa dikatakan Liga ilegal. Namun liga tersebut tetap berjalan, meskiun tidak mendapat izin dari PSSI dan FIFA. Parahnya lagi pemain LSI tidak dapat membela Timnas (lho kayak zaman nya Nurdin ae). Sampai situ lah perjalanan Pak Djohar menangani PSSI, rencana kedepan akan diadakan KLB PSSI (Kongres Luar Biasa) untuk membahas masalah-masalah yang terjadi, jadi kita dapat berharap masih ada titik terang bagi liga dan persepakbolaan kita ini.


Berbicara mengenai Timnas, Pak Djohar membuat keputusan kontroversial dengan memecat Alferd Riedl dan digantikan oleh Wim Rijsbergen, mantan pelatih Timnas Trinidad & Tobago, namun setelah mengalami beberapa kemenangan di awal, Indonesia gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil melawan Iran, Bahrain, dan Qatar dengan poin 0 dari 6 kali main. Lalu kapasitas pelatih Timnas Senior, Wim, dipertanyakan. Namun ada kabar cukup lumayan dari Timnas U-23 yang berhasil meraih perak di Sea Games 2011 di Indonesia, Indonesia kalah menyakitkan (penalti) di Final melawan Malaysia. Pelatih Rahmad Darmawan pun mengundurkan diri dan digantikan oleh Aji Santoso. Seperti apa Timnas kita kedepannya akankah menjadi lebih baik dibawah pimpinan Djohar Arifin? Kita tunggu saja..
Pelatih Timnas Senior, who next?

PESERTA LIGA INDONESIA 2012, 2 LIGA 1 TUJUAN


Dualisme liga di Indonesia memang sampai saat ini belum dapat diselesaikan, namun liga tetap harus berjalan agar pemain tetap berada dalam performa yang baik, di ISL, Indonesia Super League, tetap berlangsung kendati dikecam oleh PSSI dan tidak mendapat izin resmi. Lalu untuk Divisi Utama (versi ISL) dibagi menjadi 2 wilayah yang berisikan 15 tim. Untuk ISL sendiri beranggotakan 18 tim diantaranya

Indonesia Super League
SRIWIJAYA FC
PERSIPURA JAYAPURA
PERSIWA WAMENA
MITRA KUKAR
PSPS PEKANBARU
PERSISAM PUTRA SAMARINDA
PERSIB BANDUNG
PERSELA LAMONGAN
PELITA JAYA
DELTRAS SIDOARJO
PERSIJA JAKARTA (ISL)
PERSIBA BALIKPAPAN
GRESIK UNITED
PSMS MEDAN (ISL)
PERSIDAFON DAFONSORE
PSAP SIGLI
AREMA INDONESIA (ISL)
PERSIRAM RAJA AMPA

Kelebihan & Kekurangan,
Kelebihan :
-          Supporter yang antusias dan fanatik
-          Beberapa tim yang berlaga mempunyai banyak pemain yang lebih berkualitas baik
-          Sistem yang tidak memungkinkan berubah
-          Jumlah tim cukup
Kekurangan :
-          Tidak dianggap PSSI serta FIFA
-          Menggunakan dana APBN
-          Rentan rusuh karena fanatisme yang tinggi

Liga Premier Indonesia
Sedangkan di Liga Premier League, sementara ada 12 tim yang berkompetisi di Liga yang dahulunya diikuti 19 Tim,  lalu untuk Divisi Utama (versi LPI) dibagi menjadi 3 wilayah. Daftar klub yang bermain di Liga Premier League

Semen Padang
Persibo Bojonegoro
Persebaya 1927
Persija Jakarta (LPI)
Arema Indonesia (LPI)
Persiraja Banda Aceh
PSM Makassar
Persiba Bantul
Persema Malang
PSMS Medan (LPI)
Persijap Jepara
Bontang FC

Kelebihan & Kekurangan,
Kelebihan :
-          Sistem Dana nya mandiri, jadi tidak banyak menggunakan dana APBN
-          Persaingan cukup seimbang
-          Semangat baru
-          Penayangan bagus
Kekurangan :
-          Kurang jumlah tim yang berpartisipasi
-          Rentan berubah sistemnya ataupun mengalami perubahan struktur tim yang berlaga
-          Penontonnya masih belum terlalu banyak (kecuali beberapa tim)

Ya adanya 2 liga yang berbeda kepengurusan ini diharapkan tidak menjadi kendala bagi persepakbolaan Indonesia, baik dari segi tim maupun pemain dan kedepannya, harus dipastikan semua berpusat pada 1 tujuan saja, membangun persepakbolaan Indonesia..!

Kamis, 28 Juli 2011

PPD 2014: INDONESIA KALAHKAN TURKMENISTAN 4-3

Fantastis, Timnas Senior Indonesia dapat mememnangkan pertandingan kualifikasi piala dunia 2014 Brazil (Pra Piala Dunia) melawan Turkmenistan di Gelora Bung Karno, Jakarta. 28/7/2011. Kemenangan ini membuat Indonesia lolos ke putaran ke 3 pra piala dunia dengan agregat 5-4, karena sebelumnya bermain imbang 1-1 pada pertemuan ke 1 di Turkmenistan.
2 Gol dicetak oleh Gonzales, sedangkan 2 Gol lainnya dicetak oleh M. Nasuha dan M. Ridwan. Sementara man of the match pada kali ini layak diberi kepada Boaz Salosa yang bermain apik dan menyumbang 2 assist pada pertandingan kali ini.

Jumat, 22 April 2011

HASIL POLLING : Pantaskah Nurdin Halid untuk TURUN dari PSSI??

Pantaskah Nurdin Halid untuk TURUN dari PSSI??

Hasil Polling Masuk Timnas Zone,
Pantas, TURUN ! :  96% (52 Orang)
Tidak                   :    3% (2 Orang)

Dengan banyaknya yang menolak Nurdin Halid sebagai Ketum PSSI kembali pada periode berikutnya, tentunya hasil polling ini hanya menunjukkan sebagian kecil dari keseluruhan pendapat orang, namun adanya polling ini sudah cukup merangkum pendapat banyak orang tentang pilihan jawabannya. Nurdin Halid sekarang sudah pasti turun jabatannya dan digantikan oleh calon-calon baru. Tentunya banyak yang berharap dari dipilihnya Ketua Umum PSSI baru periode 2011-2015 akan membawa perubahan yang berarti pada persepakbolaan nasional. Amin..

Berikut ini merupakan perjalanan Nurdin Halid selama menjabat menjadi Ketum PSSI,

Tahun 2003, Nurdin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI 2003-2007.
Pada Juli 2004, ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal dan dugaan korupsi distribusi minyak goreng.
Juni 2005, dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2007, Nurdin terpilih kembali menjadi Ketua Umum yang mengundang kontra pada kalangan masyarakat..
September 2007, Putusan pengadilan tahun lalu ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Selama itu ia menjabat Ketua Umum di balik jeruji besi.
Tahun 2009 ia dinyatakan bebas.
Tahun 2010 merupakan tahun kebangkitan persepakbolaan nasional, dengan adanya piala AFF serta program naturalisasi yang dinilai banyak kalangan agak terlambat.
Awal tahun 2011, merupakan masa suram Nurdin Halid, banyak tuntutan untuk turun dari berbagai kalangan, demo dimana-mana.
Akhirnya pada bulan Maret 2011, pemerintah mengintervensi PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid dengan keras, dan dengan alasan yang matang untuk memajukan persepakbolaan nasional.
And finally, FIFA menyatakan bahwa Nurdin tidak dapat dipilih lagi dalam bursa Ketua Umum PSSI dan dinyatakan telah melanggar statuta FIFA.
Selama masa jabatannya Indonesia tidak pernah meraih gelar juara apapun.

Kita semua berharap persepakbolaan nasional kini ditangani oleh orang yang lebih ahli dan lebih baik. Terima kasih pada yang telah mendukung polling di Masuk Timnas Zone ini, polling selanjutnya dapat dilihat lagi.

INI DIA, CALON RESMI KETUA UMUM PSSI 2011-2015

Inilah 7 Calon Ketua Umum PSSI yang sudah resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, mereka adalah:

Adhan Dambea
Adhan Dambea adalah Walikota Gorontalo yang merupakan orang pertama yang resmi dicalonkan sebagai bakal calon ketua umum PSSI. Selain dicalonkan Pengurus Provinsi PSSI Gorontalo, Adhan juga mencalonkan dirinya sendiri melalui Persigo.







Adhyaksa Dault
Adhyaksa Dault adalah Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Beliau mengaku siap mereformasi PSSI apabila terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. "Kenapa saya mau, dari dulu saya bilang spirit of the nation depend on sports. Semangat kebangsaan itu bergantung pada olahraga dan sepak bola menyatukan bangsa ketika orang sekarang berpikir tentang kepentingan masing-masing, tentang partainya. Saya siap mereformasi PSSI," kata Adhyaksa. Adhyaksa maju setelah didukung oleh ISP Purworejo.


Diza Rasyid Ali
Diza Rasyid Ali adalah seorang perempuan yang merupakan Mantan manajer Persija dan PSM dan juga pernah menjadi pengurus di PSSI. Ia merupakan satu-satunya calon perempuan, namun ia tidak merasa asing dengan persepakbolaan tanah air. Beliau bercita-cita menjadikan persepakbolaan Indonesia menjadi sebuah industri. "Inti suksesnya kita adalah pembinaan dan pelatihan kualitas pemain, pelatih, dan kompetisi yang bagus, berkesinambungan, dan pada akhirnya bisa menyumbang sepakbola nasional dan menjadikan persepakbolaan Indonesia sebagai sebuah industri," tutur Diza.

Syarif Bastaman
Syarif Bastaman adalah Mantan Ketua Komite Pemilihan PSSI dan Ketua Komite Pemilihan PSSI di era Nurdin Halid. Ia maju dalam bursa pemilihan bakal calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Syarif diusung tujuh klub anggota PSSI Divisi Dua dan Tiga yang berasal dari daerah Jawa Barat. Ia mengaku siap maju dalam pemilihan. Apabila terpilih, Syarif berjanji bakal membenahi aspek organisasi PSSI, terutama dari segi hukum. "Ini merupakan kehormatan. Bagi saya, ini menunjukkan banyak orang idealis yang mau mendukung saya," tutur Syarif.

Wahidin Halim
Wahidin Halim adalah Walikota Tanggerang, ia telah melakukan lobi dengan 22 kepala daerah se-Indonesia demi memuluskan usahanya untuk merebut kursi Ketua Umum PSSI. Sekretaris umum Persikota, Syahril, menyatakan secara resmi Wahidin sudah didaftarkan Persikota untuk maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI 2011-2015. Keinginan Wahidin mencalonkan diri karena dilatarbelakangi kesenangannya bekecimpung dalam dunia sepak bola.

Erwin Aksa
Erwin Aksa adalah seorang pengusaha muda, dan ia resmi mendaftarkan namanya sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Sejauh ini ia didukung oleh 7 klub dan pengprov dari Pulau Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Erwin mengatakan, "Saya merasa terpanggil untuk bisa mengabdi di dalam membangun dan membesarkan olahraga sepak bola ini. Tentunya niat ini didasari dari keinginan teman-teman, dari klub-klub yang selama ini memang pernah saya bina," ujar Erwin di kantor PSSI.

Djohar Arifin Husin
Djohar Arifin Husin adalah Staf Ahli Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang juga Alumni ESQ Angkatan 66 juga telah resmi mendaftarkan namanya sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.







Sementara itu nama Arifin Panigoro dan George Toisutta masih menjadi kontroversi karena telah ditolak oleh FIFA dan dilarang menjadi Ketum PSSI 2011-2015. Dikarenakan maslah penolakan oleh komite pemilihan dulu.

Itulah nama-nama calon Ketua Umum PSSI 2011-2015. Sebenarnya untuk periode 2015-2019 sekarang sudah ada satu calon, namanya
Arif Rizki Hutomo
Sebagai pencinta bola, saya juga ingin mengajukan diri menjadi Ketum PSSI, tapi tidak tahun ini (karena masih muda). Kalau ada umur dan sudah menjadi terkenal dan sukses saya berjanji akan mencalonkan diri menjadi Ketum PSSI nantinya, hehehe..